Penggunaan Should

Tuesday, June 26th, 2012 - grammar

Pengertian Should

Should merupakan bentuk kedua dari “shall”. Should merupakan salah satu Modals dalam Bahasa Inggris. Should artinya adalah “seharusnya”. Should biasanya digunakan untuk memberikan saran atau nasihat. Untuk lebih jelasnya, silahkan ikuti penjelasan di bawah ini:

Gunakanlah ‘should‘ untuk memberikan saran atau nasihat.

Contoh:

 You should speak to him about it.

  • (Kamu seharusnya berbicara dengannya tentang hal ini)
  • You should see a doctor.
    (Kamu seharusnya periksa ke dokter)

Gunakan juga ‘should’ untuk memberikan pendapat atau rekomendasi.

Contoh:

  • We should invest more in China.
    (Saran saya, kita seharusnya menginvestasikan uang kita lebih banyak di China)
  • He should resign.
    (Saran saya, dia sebaiknya mengundurkan diri)

‘Should’ itu digunakan untuk mengekspresikan pendapat pribadi dan sering didahului dengan ‘I think’.

Contoh:

  • I think they should replace him.
    (Saya rasa, mereka seharusnya mengganti dia)
  • Do you think I should tell her?
    (Apakah menurutmy saya seharusnya memberitahu dia?)

Kita memakai ‘should’ setelah ‘reporting verbs’ seperti demand, insist, propose, recommend, dan suggest. Pola ini biasanya digunakan untuk American English saja. Untuk British English, kata-kata diatas harus diikuti dengan Bare Infinitive.

 Contoh:

  • She insisted that she should pay for the meal.
    (Dia meminta agar dia seharusnya membayar makanan itu.)British English:

    • She insisted that she pay for the meal.
      (Dia meminta agar dia seharusnya membayar makanan itu.)
  • The committee recommends that Jane should be appointed.
    (Panitia itu merekomendasikan agar Jane seharusnya ditunjuk)British English:

    • The committee recommends that Jane be appointed.
      (Panitia itu merekomendasikan agar Jane seharusnya ditunjuk)

Kita memakai ‘should’ setelah Adjectives. Kata sifat yang sering diikutinya adalah funny, interesting, natural, odd, strange, surprised, surprising, typical.

Contoh:

  • It’s funny that you should say that.
    (Lucu sekali jika Anda mengucapkannya)
  • It’s interesting that they should offer him the job.
    (Menarik sekali kalau mereka menawarkannya pekerjaan itu)
  • It’s strange that you should think so. Nobody else does.
    (Aneh jika kamu berfikir begitu. Tidak ada yang berfikir seperti kamu)

Kita memakai ‘should‘ dalam ‘if clause‘ ketika kita percaya bahwa kemungkinan yang kita buat itu kecil untuk terjadinya.

  • If there should be a problem, just give me a call and I’ll sort it out.
    (Jika ada masalah, tolong beritahu saya.)
  • If anyone should ask where I am, say I’m in a meeting.
    (Jika ada orang yang bertanya dimana saya, bilang saja kalau saya sedang rapat)

Kita memakai ‘should’ untuk mengekspresikan kalau kita betul-betul setuju.

Contoh:

  • They’re paying you compensation?   I should think so.
    (Mereka akan membayar kompensasi kepadamu?Saya sangat setuju sekali)

“Should” juga digunakan untuk mengekspresikan kesenangan ketika kita menerima hadiah.

Contoh:

  • What a fantastic present. You really shouldn’t have.
    (Bagus sekali hadiahnya. Pokoknya kamu harus memilikinya)

“Should” juga digunakan untuk menekankan emosi yang tidak nampak.

Contoh:

You should have seen the look on her face when she found out that she had got the promotion.
(Kamu seharusnya bisa melihat raut wajahnya ketika dia tahu kalau dia dipromosikan)