Penggunaan Should Have

Thursday, June 28th, 2012 - grammar

Pengertian Should Have

Should have yang kita diskusikan sekarang mempunyai arti “seharusnya telah”. Melihat artinya, ekspresi tersebut kita gunakan untuk menyatakan sebuah penyesalan. Namun untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini:

Kita menggunakan ‘should have‘ untuk menyatakan peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Bentuk ini biasanya sesuatu yang tidak kita lakukan di masa lampau.

  • I should have invited him to my party.
    (Saya seharusnya mengundang dia ke pestaku, tetapi saya tidak mengundangnya)
  • You should have told him the truth.
    (Kamu seharusnya memberitahunya tentang kebenaran yang sesungguhnya)

Kita juga menggunakan ‘should have‘ untuk berspekulasi tentang suatu peristiwa yang mungkin telah terjadi atau mungkin juga tidak terjadi di masa lampau.

  • She should have received the confrmation letter.
    (Dia seharusnya sudah menerima surat konfirmasinya)
  • The company should have considered my resume.
    (Perusahaan itu seharusnya sudah mempertimbangkan lamaran saya)

Kita memakai ‘should not have‘ untuk berspekulasi secara negatif tentang apa yang mungkin telah terjadi atau mungkin juga tidak terjadi.

  • She shouldn’t have left work yet. I’ll call her office.
    (Mungkin dia belum pulang dari bekerja. Coba saya akan telpon dia)
  • He shouldn’t have boarded his plane yet.
    (Mungkin dia belum naik pesawat.)

Kita juga menggunakan ‘should not have‘  untuk menyatakan suatu penyesalan akan apa yang telah terjadi di masa lampau.

  • I shouldn’t have shouted at you. I apologise.
    (Saya seharusnya tidak berteriak kepadamu. Saya minta ma’af)
  • We shouldn’t have left the office so late. We should have anticipated this bad traffic.
    (Kita seharusnya tidak meninggalkan kantor terlalu lama. Kita seharusnya bisa mengantisipasi kemacetan ini)
Leave a Reply