Kalimat Pengandaian Conditional Sentences

Pengertian Conditional Sentence

Conditional Sentence adalah kalimat bersyarat atau sering juga disebut dengan kalimat pengandaian. Kalimat Pengandaian maksudnya kalimat yang digunakan untuk mengandai-andai akan suatu kegiatan atau tindakan apabila syaratnya terpenuhi. Namun, pengandaiannya dapat saja terjadi atau tidak dapat terjadi tergantung dari syarat yang diajukannya.

Dalam Bahasa Inggris terdapat tiga jenis Pengandaian, yaitu:

  • Probable Condition
  • Improbable Condition
  • Impossible Condition

1. Probable Condition

Probable Condition sering juga disebut dengan “Present Real Conditional” atau “Tipe I” sebab suatu peristiwa mungkin saja akan terjadi jika syaratnya terpenuhi. Tipe ini menjelaskan bahwa suatu kegiatan atau aktivitas di masa yang akan datang akan terlaksana jika persyaratannya dipenuhi.

Tipe I ini dibagi lagi atas:

a. Pengandaian di masa yang akan datang

Pola Kalimat:

If + Kalimat Present Simple Tense, Kalimat Future Simple Tense, Atau
Kalimat Future Simple Tense+ if + Kalimat Present Simple Tense

Contoh:

  • If I have a lot of money, I’ll buy a car.
    (Jika aku punya banyak uang, saya akan membeli sebuah mobil)
  • If he runs quickly, he will get there soon.
    (Jika dia berlari dengan cepat, maka dia akan sampai disana segera)
  • I will visit them if I have enough time.
    (Saya akan mengunjungi mereka jika saya punya waktu)

b. Kebenaran Umum/Kebiasaan Sehari-hari

Jenis ini biasanya disebut dengan “Zero Conditional“. Tipe ini berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang suatu kegiatan yang pasti akan terjadi jika syaratnya terpenuhi.

Pola Kalimat:

When + Kalimat Present Simple Tense, Kalimat Present Tense, Atau
Kalimat Present Tense + when + Kalimat Present Simple Tense

Contoh:

  • When ice is heated, it melts.
    (Ketika es dipanaskan, maka es itu akan meleleh)
  • Susan walks to school when she has enough time.
    (Susan berjalan kaki ke sekolah ketika dia memiliki banyak waktu)
  • When water is frozen, it freezes.
    (Ketika air dibekukan, maka air pasti akan membeku)

c. Kalimat Perintah

Pola Kalimat:

If + Kalimat Present Simple Tense, Kalimat Perintah, Atau
Kalimat Perintah + if + Kalimat Present Simple Tense

Contoh:

  • If you go to the Post Office, please mail this letter.
    (Jika kamu pergi ke Kantor Pos, tolong poskan surat ini)
  • Don’t come here if you can’t.
    (Jangan datang kemari jika kamu tidak bisa)
  • Please call me if Ed phones me.
    (Tolong panggil saya jika Edi menelpon saya)

Catatan:

“if” dan “when” digunakan dalam Real Conditional. “if” digunakan untuk menjelaskan tentang sesuatu yang jarang terjadi, sedangkan “when” digunakan untuk menjelaskan tentang kejadian yang sudah biasa atau sering terjadi.

Modals Lainnya

Modal Auxiliary lainnya yang dapat digunakan pada Tipe Conditional ini adalah can, shall, dan may.

Contoh:

  • If I bring the book, you can borrow it.
    (Jika saya membawa buku itu, kamu boleh meminjamnya)
  • You shall make the report if you face the problem.
    (Kamu harus membuat laporan jika ada masalah)
  • If the teacher does not come, you may go home.
    (Jika gurunya tidak datang, kalian boleh pulang)

2. Improbable Condition

Improbable Condition sering juga disebut dengan “Present Unreal Conditonal” atau “Tipe II“. Pengandaian ini digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu pekerjaan atau kegiatan pada saat ini mungkin akan dilakukan jika persyaratannya dipenuhi.

Pola Kalimat:

If + Kalimat Past Simple Tense, Kalimat Past Future Simple Tense, ATAU
Kalimat Past Future Simple Tense + if + Kalimat Past Simple Tense

Contoh:

  • He would come if you invited him.
    (Dia akan datang jika kamu mengundangnya)
  • What would you do if She came here?
    (Apa yang akan kamu lakukan jika dia datang kemari?)
  • She would help you if you told her the truth.
    (Dia akan menolongmu jika kamu menceritakan kebenarannya)

Were

Pada pengandaian Tipe ini, semua subjek menggunakan “were”.

Contoh:

  • If I were a bird, I would fly in the sky.
    (Jika saya seekor burung, saya akan terbang di angkasa)
  • I would forgive him If Iwere you.
    (Saya akan memaafkannya jika saya jadi kamu)
  • She said that she would stay at home if she were me.
    (Dia berkata bahwa dia akan tetap berada di rumah jika dia menjadi saya)

Penghilangan If

Pada tipe ini, kata “if” dapat kita hilangkan. Dan sebagai penggantinya, kita letakkan “were” atau “should” di awal kalimat.

Contoh:

  • Should I invite her, she might be here.
    (Jika saya mengundangnya, dia mungkin ada di sini)
  • Were I not busy,I would accompany you.
    (Seandainya saya tidak sibuk, saya akan menemanimu)
  • Were she at home, they would visit her.
    (Seandainya dia ada di rumah, maka mereka akan mengunjunginya)

Catatan:

Pada tipe ini kita tidak menggunakan “when” karena karena kita sedang membicarakan sesuatu yang tidak nyata atau hanya sebatas imajenasi belaka. “When” tidak bisa digunakan.

Contoh:

  • I would buy that computer when it were cheaper. SALAH
    (Saya akan membeli komputer itu ketika harganya lebih murah)
  • I would buy that computer if it were cheaper. BENAR
    (Saya akan membeli komputer itu jika harganya lebih murah)

Modals Lainnya

Modal Auxiliary lainnya yang dapat digunakan adalah could, might dan should pada tipe Conditional ini.

Contoh:

  • If I brought the book, you could borrow it.
    (Jika saya membawa buku itu, kamu boleh meminjamnya)
  • You should make the report if you faced the problem.
    (Kamu harus membuat laporan jika ada masalah)
  • If the teacher did not come, you might go home.
    (Jika gurunya tidak datang, kalian boleh pulang)

3. Impossible Conditional

Impossible Conditional atau sering disebut dengan “Past Unreal Conditional” atau “Tipe III” ini menyatakan suatu pengandaian yang tidak mungkin lagi akan terjadi sebab kejadiannya sudah berlalu. Tipe ini biasanya berisikan penyesalan akan apa yang telah terjadi dimasa lampau.

Pola Kalimat:

If + Kalimat Past Perfect Tense, Kalimat Past Perfect Tense, ATAU
Kalimat Past Perfect Tense + if + Kalimat Past Perfect Tense

Contoh:

  • If we had known you were there last year, we would have written you a letter.
    (Kalau kami tahu kamu ada disana tahun lalu, kami akan menyuratimu)
  • He could have come here if you had invited him yesterday.
    (Dia akan datang jika kamu telah mengundangnya kemarin)
  • They might have employed me if I had had work experience.
    (Mereka mungkin akan mempekerjakan saya jika saya punya pengalaman)

Penghilangan IF

Pada tipe ini, kita juga bisa menghilangkan “if” dengan cara meletakkan “had” di awal kalimat.

Contoh:

  • Had I had enough money, I would have given her a present.
    (Jika saya punya uang, saya pasti telah memberinya hadiah)
  • Had he had studied hard, he could have passed the exam.
    (Seandainya dia giat belajat, dia bisa lulus ujian)