Contoh Penggunaan Infinitives

Thursday, June 28th, 2012 - grammar, INVFINITIVES

Pengertian Infinitives

Infinitives adalah kata kerja bentuk pertama. Kata kerja bentuk pertama artinya kata kerja yang belum terikat atau belum dipengaruhi oleh pokok kalimat seperti pengaruh Tenses dan struktur bahasa lainnya.

Macam-macam Infinitives:

  • Infinitive with “to” (To Infinitive)
  • Infinitive without “to” (Bare Infinitive)

1. To Infinitive

To Infinitive biasanya disebut juga dengan “Infinitive” yaitu kata kerja yang ditambah dengan “to“. Maksudnya akan dijelaskan selanjutnya.

Kapan kita gunakan Infinitive?

1. Sebagai Subjek Kalimat

Ini artinya, jika kita ingin membuat kalimat yang diawali dengan kata kerja, maka kata kerja tersebut harus diawali dengan “to”.

Contoh:

  • To win the game, we must practice hard.
    (Untuk memenangkan pertandingan ini, kita harus berlatih dengan keras)
  • To say is easy but to do is difficult.
    (Berkata sih mudah tapi melaksanakannya itu yang sulit)
  • To be  easy to study English, we must have a lot of vocalubulary.
    (Untuk memudahkan belajar Bahasa Inggris, kita harus menguasai banyak kosa kata)

2. Setelah Kata Kerja Tertentu

Apabila Anda ingin meletakkan suatu kata kerja, namun di depannya ada juga kata kerja lainnya seperti di bawah ini, maka kata kerja yang kedua harus ditambah “to” di awalnya.

Di bawah ini adalah daftar kata kerja yang biasanya ditambah dengan Infinitives.

  • hope
  • plan
  • promise
  • ask
  • arrange
  • agree
  • appear
  • expect
  • beg
  • intend
  • offer
  • order
  • want
  • need
  • refuse
  • Dll

Contoh:

  • I want to go home.
    (Saya mau pulang)
  • She refused to come.
    (Dia tidak mau datang)
  • He has promised to bring me the novel.
    (Dia sudah berjanji untuk membawakan saya novel itu)

3. Setelah Kata Sifat

Jika ada kata kerja setelah kata sifat, maka kata kerja tersebut harus ditambah dengan “to” di depannya.

Contoh:

  • I was glad to hear this success.
    (Saya senang mendengar keberhasilan ini)
  • It’s nice to talk to you.
    (Senang bisa mengobrol dengan Anda)
  • Glad to meet you.
    (Senang berjumpa dengan Anda)

4. Sebagai Subjective Complement.

Jika ada kata kerja setelah “to be” seperti is, am, are, was, dan were maka itu artinya adalah suatu perintah, keinginan atau keharusan.

Contoh:

  • You are to come early in the final examination tomorrow.
    (Kamu harus datang cepat pada ujian akhir besok)
  • This letter is to be sent soon.
    (Surat ini harus segera dikirim)
  • She is angry. I am to go right now.
    (Dia sudah marah. Saya harus pergi sekarang)

5. Setelah Interrogative Conjunction

Jika ada kata kerja setelah kata penghubung (Conjunction) kata tanya, maka kata kerjanya juga harus ditambah dengan “to”.

Contoh:

  • I don’t know what to do.
    (Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan)
  • I don’t know where to go.
    (Saya tidak tahu kemana harus pergi)
  • Do you know how to get to the station?
    (Bagaimana caranya bisa sampai ke stasiun?)

6. Menyatakan Tujuan

Untuk menyatakan tujuan dari suatu perbuatan atau aktivitas, maka kata kerjanya harus ditambah dengan “to”.

Contoh:

  • I come here to study English with you.
    (Saya datang kesini dengan maksud untuk belajar Bahasa Inggris dengan kamu)
  • We eat to live.
    (Kita makan agar kita bisa bertahan hidup)
  • He called to see my brother.
    (Dia menelpon dengan tujuan agar dapat berjumpa dengan abang saya)

7. Dalam Perintah Negative

Dalam kalimat perintahnegative juga digunakan Infintive setelah kata “not” seperti contoh di bawah ini:

  • He asked me not to come late.
    (Dia meminta saya untuk tidak datang terlambat)
  • He ordered not to close the window.
    (Dia memerintahkan agar tidak menutup jendela itu)
  • He asked me not to annoy him.
    (Dia meminta saya untuk tidak mengganggunya)

8. Sebagai Pelengkap Objek

Kata kerja yang berfungsi sebagai pelengkap dari Objek, juga harus ditambahkan dengan “to”.

Contoh:

  • He asked me to come early.
    (Dia meminta saya untuk datang lebih awal)
  • They wanted me to sing a song.
    (Mereka meminta saya untuk menyanyikan sebuah lagu)
  • My boss ordered me to send the letter immediately.
    (Boss saya memerintahkan saya untuk mengirim surat itu segera)

9. Setelah Kata “Too” dan “Enough”

Pada Adverbs of Degree, dimana kita menggunakan kata “too” dan “enough”, dan berjumpa dengan kata kerja, maka kata kerja tersebut harus ditambah dengan “to” di depannya.

Contoh:

  • This coffee is too hot to drink.
    (Kopi ini terlalu panas untuk diminum)
  • I am too old to climb the mountains.
    (Saya sudah terlalu tua untuk mendaki gunung itu)
  • You are handsome enough to be a model.
    (kamu cukup tampan untuk menjadi seorang model)
  • These questions are easy enough to do.
    (Soal-soal ini cukup mudah untuk dikerjakan)

10. Memerintahkan Orang Lain Untuk Mengerjakan Sesuatu (Causative)

Khusus untuk Causative “Get”, maka pola infinitive ini kita gunakan.

Contoh:

  • She gets John to brush the shoes.
    (Dia meminta John untuk menyikat sepatunya)
  • They get me to wash the clothes.
    (Mereka meminta saya untuk mencuci pakaian itu)
  • She will get Anne to accompany her to the party tomorrow.
    (Dia akan meminta Anne untuk menemaninya ke pesta itu besok)

2. Bare Infinitive

Bare Infinitive adalah bentuk kata kerja yang tidak mendapat tambahan “to” di awal kata kerja tersebut.

Kapan kita Gunakan Bare Infinitive?

1. Setelah Modal Auxiliary

Apabila kita ingin meletakkan kata kerja setelah Modals seperti can, could, will, would, may, might, must, shall, should, had better, dan would rather maka kita harus menggunakan Bare Infinitive.

Contoh:

  • I can swim well.
    (Saya bisa berenang dengan baik)
  • She will come here tomorrow.
    (Dia akan datang keseini besok)
  • They might come late.
    (Mereka mungkin datang terlambat)

2. Memerintahkan Orang Lain Untuk Mengerjakan Sesuatu (Causative)

Khusus untuk Causative have dan Make, kita menggunakan Bare Infinitive.

Contoh:

  • She has John to brush the shoes.
    (Dia meminta John untuk menyikat sepatunya)
  • They make me to wash the clothes.
    (Mereka meminta saya untuk mencuci pakaian itu)
  • She will have Anne to accompany her to the party tomorrow.
    (Dia akan meminta Anne untuk menemaninya ke pesta itu besok)

3. Setelah Kata Kerja Tertentu (Subjunctive Verbs)

Apabila terdapat kata-kata kerja di bawah ini, maka kata kerja yang kedua harus dalam bentuk Bare Infinitive.

Insist, recommend, propose, desire, prefer, demand, require, request, urge, suggest

Contoh:

  • Mr. Johnson prefers that she speak with him personally. (BUKAN: SPEAKS)
    (Tuan Johnson lebih suka kalau dia berbicara dengannya secara personal)
  • The doctor suggested that she not smoke. (BUKAN did not smoke)
    (Dokter menyarankan agar dia tidak merokok)
  • My mother insists that I be at home. (BUKAN am)
    (Ibu saya memaksa saya agar saya di rumah saja)

4. Setelah Why (Not)?

Setelah kata “why not” kita harus menggunakan Bare Infinitive.

Contoh:

  • Why not let me go now?
    (Mengapa tidak biarkan saya pergi sekarang juga?)
  • Why stand up if you can sit down?
    (Mengapa berdiri kalau kamu bisa duduk?)
  • Why sing the old song?
    (Mengapa menyanyikan lagu yang sudah usang?)

5. Kalimat Perintah

Untuk membuat kalimat perintah di awal kalimat, maka gunakan Bare Infinitive.

Contoh:

  • Open the door, please?
    (Buka pintunya!)
  • CLose the window!
    (Tutup jendelanya)
  • Shut up!
    (Diam!)